Selasa, 26 Januari 2016

GUNUNG HIMALAYA

Menguak misteri bagaimana pegunungan Himalaya menjulang ke angkasa

BY ; ENI NURAENI

Reporter : Bramy Biantoro | Selasa, 5 Mei 2015 13:02

Menguak misteri bagaimana pegunungan Himalaya menjulang ke angkasa
Ilustrasi Himalaya. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Dariush M
Merdeka.com - Gempa Nepal yang dahsyat telah membuka mata dunia betapa berbahayanya pegunungan Himalaya. Terlepas dari itu semua, ilmuwan telah berhasil menguak proses pembentukan pegunungan dengan puncak tertinggi di dunia itu.
Semuanya berawal dari 140 juta tahun silam, saat India masih menjadi bagian sebuah benua raksasa bernama Gondwana. Benua Gondwana sendiri saat ini sudah terpecah-pecah dan meliputi sampir seluruh daratan di Bumi bagian selatan.
Perubahan besar terjadi saat gerakan lempeng Bumi mendorong India memisahkan diri dari Gondwana ke arah utara sekitar 120 juta tahun lalu. Awalnya, kecepatan memisahkan India hanya 5 sentimeter per tahun.
Tetapi, saat benua-benua di dunia mulai naik dari bawah laut 80 juta tahun silam, India melaju ke arah utara dengan kecepatan 15 sentimeter per tahun. Angka itu lebih cepat dua kali dari gerakan lempeng Bumi.
India baru berhenti saat menabrak daratan Eurasia 50 juta tahun lalu. Dan karena dorongan yang begitu kuat setiap tahunnya, daratan di daerah tabrakan naik hingga terbentuklah pegunungan Himalaya yang memanjang dari Pakistan, India, China, Bhutan, dan Nepal. Puncak tertinggi Himalaya adalah gunung Everest yang menjulang hingga 8,85 kilometer di atas permukaan laut.
Setelah diteliti oleh ilmuwan MIT, kecepatan gerak daratan India yang menabrak Eurasia hingga membentuk pegunungan Himalaya disebabkan oleh tenaga dua tabrakan lempeng bumi. Saking kuatnya dua tabrakan itu membentuk deretan gugnung berapi di sekitar khatulistiwa dan mendorong India menjauh dari kutub selatan, Antartika.
"Saat melihat simulasi komputer bagaimana benua Gondwana terpecah, lempeng bumi saling bergerak dan bertabrakan, India berlahan-lahan terpisah dari Antartika dan terus menjauh ke utara. Itu terlihat sangat dramatis," ujar Leigh Royden, ahli geologi dari MIT, Daily Mail (04/05).
Tidak mengherankan bila akhirnya daerah pegunungan Himalaya sangat rawan terkena gempa bumi mengingat daratan India saat ini masih terus bergerak ke utara.

TERBENTUKNYA LAUTAN

Sejarah Terbentuknya Laut 

BY:YUDI SEPTIADI


Bumi dilahirkan sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Menurut ceritanya, tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu (nebula) di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga seukuran asteroid dengan radius ratusan kilometer. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebut timbulah ledakan2 yang sudah pasti sangat dahsyat pula yang mengakibatkan terbentuknya kawah2 yang sangat besar dan pelepasan panas secara besar2an pula.

Laut sendiri menurut sejarahnya terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100C) karena panasnya bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu bertipe mamut alias 'ruar biasa' tingginya karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi.

Sebelum kita lanjutkan pembahasannya, ada satu pertanyaan yang mengganjal yang perlu diajukan di sini, yaitu "dari mana air yang membentuk lautan di bumi itu berasal?" Itu pertanyaan yang sukar dijawab, dan para ahli sendiri memiliki beberapa versi tentang hal itu. Salah satu versi yang pernah saya baca adalah bahwa pada saat itu, bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan.

Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin.

Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saai itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi. Kehidupan di bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun demikian, masih merupakan perdebatan hangat hingga saat ini kapan tepatnya kehidupan awal itu terjadi dan di bagian lautan yang mana? apakah di dasar laut ataukah di permukaan? Hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut.

ALAT MUSIK ANGKLUNG

 Alat Musik Tradisional Angklung
BY ; JUJUN ABDULLAH 


Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

Sejarah Angklung
Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.

Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).

Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. Syair lagu buhun untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut misalnya.

Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk.

Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.

Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena — tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

Jenis-jenis Angklung Tradisional

Angklung Kanekes
Angklung di daerah Kanekes (kita sering menyebut mereka orang Baduy) digunakan terutama karena hubungannya dengan ritus padi, bukan semata-mata untuk hiburan orang-orang. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang). Menabuh angklung ketika menanam padi ada yang hanya dibunyikan bebas (dikurulungkeun), terutama di Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero), dan ada yang dengan ritmis tertentu, yaitu di Kaluaran (Baduy Luar). Meski demikian, masih bisa ditampilkan di luar ritus padi tetapi tetap mempunyai aturan, misalnya hanya boleh ditabuh hingga masa ngubaran pare (mengobati padi), sekitar tiga bulan dari sejak ditanamnya padi. Setelah itu, selama enam bulan berikutnya semua kesenian tidak boleh dimainkan, dan boleh dimainkan lagi pada musim menanam padi berikutnya. Menutup angklung dilaksanakan dengan acara yang disebut musungkeun angklung, yaitu nitipkeun (menitipkan, menyimpan) angklung setelah dipakai.


Angklung Kanekes

Dalam sajian hiburan, Angklung biasanya diadakan saat terang bulan dan tidak hujan. Mereka memainkan angklung di buruan (halaman luas di pedesaan) sambil menyanyikan bermacam-macam lagu, antara lain: Lutung Kasarung, Yandu Bibi, Yandu Sala, Ceuk Arileu, Oray-orayan, Dengdang, Yari Gandang, Oyong-oyong Bangkong, Badan Kula, Kokoloyoran, Ayun-ayunan, Pileuleuyan, Gandrung Manggu, Rujak Gadung, Mulung Muncang, Giler, Ngaranggeong, Aceukna, Marengo, Salak Sadapur, Rangda Ngendong, Celementre, Keupat Reundang, Papacangan, dan Culadi Dengdang. Para penabuh angklung sebanyak delapan orang dan tiga penabuh bedug ukuran kecil membuat posisi berdiri sambil berjalan dalam formasi lingkaran. Sementara itu yang lainnya ada yang ngalage (menari) dengan gerakan tertentu yang telah baku tetapi sederhana. Semuanya dilakukan hanya oleh laki-laki. Hal ini berbeda dengan masyarakat Daduy Dalam, mereka dibatasi oleh adat dengan berbagai aturan pamali (pantangan; tabu), tidak boleh melakukan hal-hal kesenangan duniawi yang berlebihan. Kesenian semata-mata dilakukan untuk keperluan ritual.

Nama-nama angklung di Kanekes dari yang terbesar adalah: indung, ringkung, dongdong, gunjing, engklok, indung leutik, torolok, dan roel. Roel yang terdiri dari 2 buah angklung dipegang oleh seorang. Nama-nama bedug dari yang terpanjang adalah: bedug, talingtit, dan ketuk. Penggunaan instrumen bedug terdapat perbedaan, yaitu di kampung-kampung Kaluaran mereka memakai bedug sebanyak 3 buah. Di Kajeroan; kampung Cikeusik, hanya menggunakan bedug dan talingtit, tanpa ketuk. Di Kajeroan, kampung Cibeo, hanya menggunakan bedug, tanpa talingtit dan ketuk.

Di Kanekes yang berhak membuat angklung adalah orang Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero). Kajeroan terdiri dari 3 kampung, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Di ketiga kampung ini tidak semua orang bisa membuatnya, hanya yang punya keturunan dan berhak saja yang mengerjakannya di samping adanya syarat-syarat ritual. Pembuat angklung di Cikeusik yang terkenal adalah Ayah Amir (59), dan di Cikartawana Ayah Tarnah. Orang Kaluaran membeli dari orang Kajeroan di tiga kampung tersebut

KERAJINAN ANAK NUSANTARA



Kerajinan dari Bahan Alam Nusantara 

BY;ADITIYA RAMDANI


Kerajinan dari bahan alam memang sudah menjadi warisan dari nenek buyut kita. Apalagi di Nusantara yang sangat melimpah sumber daya alamnya sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan membuat kerajinan tangan. Hasil dari kerajinan tangan Indonesia memang sudah diakui oleh berbagai kalangan di mancanegara karena hasil kerajinan yang dibuat memiliki beragam bentuk. Kreativitas serta inovasi dari anak-anak bangsa bisa menciptakan produk kerajinan yang unggul serta berkembang mengikuti kebutuhan serta perkembangan teknologi terkini.
Bahan alam sebagai salah satu bahan dasar untuk membuat suatu kerajinan banyak tersedia di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga produk-produk kerajinan yang dihasilkan pun sangat beraneka ragam dan memiliki ciri khas tersendiri disetiap daerahnya. Kerajinan bahan alam adalah suatu kerajinan yang dibuat dari bahan dasar yang telah disediakan oleh alam seperti bambu, serat alam, rotan. Disetiap daerah di Indonesia memiliki keunggulan masing-masing tergantung dengan bahan dasar alam yang paling banyak tersedia di sekitarnya. Contohnya adalah daerah di Kalimantan Tengah yang sumber daya alamnya banyak tersedia rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan tangan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu.
Beda lagi di daerah Pleret (Jawa Barat) yang banyak tersedia tanah liat

KERAJINAN ANAK BANDUNG




Kerajinan Tangan dari Barang Bekas yang Mudah Dibuat ALA DARWIN


Kerajinan tangan dari barang bekas yang mudah dibuat sangat banyak sekali jenisnya. Barang bekas yang sering kita abaikan bila dikelola dengan baik bisa menjadi sebuah barang yang memiliki nilai yang tinggi. Ya, pada artikel kali ini admin akan membahas tentang kerajinan tangan dari barang bekas yang mudah dibuat. Selama ini mungkin bila kamu mempunyai barang-barang bekas yang tidak terpakai biasanya dibuang ke tempat sampah, tanpa pernah berpikir untuk memanfaatkannya menjadi sebuah karya yang unik dan lucu.
Untuk mempercantik ruangan kamu ada cara jitu yang bisa dilakukan selain dengan membeli funiture baru yang mahal yaitu dengan membuat kerajinan tangan dari barang-barang bekas yang tidak terpakai. Admin yakin bila di sekitar kamu pasti mudah sekali menemukan barang-barang bekas yang berserakan, hal itu tentu mengganggu bukan? Setidaknya merusak pemandangan mata, hehehehe. Tapi bila kamu mau sedikit mengeluarkan tenaga dan juga kreatifitas, kamu bisa mengubah barang-barang bekas tersebut menjadi sebuah kerajinan tangan yang unik.

Contoh Kerajinan Tangan Dari Barang Bekas

Setiap hari sepanjang hidup manusia pasti memproduksi sampah, yang beraneka ragam ukuran dan jenis. Ada sampah dari botol, plastik, kaleng bekas, dan masih banyak lagi yang lainnya. Barang bekas tersebut sering kita abaikan, padahal dengan sedikit kreatifitas kamu bisa menyulap barang bekas tersebut menjadi barang yang bernilai tinggi.
Berikut ini adalah beberapa contoh kerajinan tangan yang dibuat dari berbagai barang bekas, kamu pasti bisa membuatnya karena kerajinan tangan dari barang bekas ini mudah untuk dibuat.

Kerajinan Tangan dari Botol Bekas

Botol bekas bisa kamu manfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan yang unik dan juga kreatif. Dengan sedikit ketekunan dan juga ide-ide kreatif kamu bisa membuat kerajinan dari botol dengan berbagai jenis dan fungsi. Banyak sekali jenis sampah dari botol bekas yang bisa di manfaatkan seperti botol bekas minuman bersoda, botol bekas pembersih lantai serta botol bekas yang terbuat dari kaca. Dengan memanfaatkan botol bekas tersebut tentu kita secara tidak langsung ikut berperan dalam menyelamatkan lingkungan dari sampah. Untuk melihat berbagai kerajinan dari botol bekas yang lain kamu bisa membaca artikel tentang kerajinan tangan dari botol bekas.